" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > hilang tradisi kejawen < / h3 > " , " isi " :[ " ustadz , di daerah saya masih anut tradisi kejawen yang sangat kental , bahkan di keluarga besar saya . kadang saya ingin pergi untuk hindar hal - hal sebut . contoh kalau ada nikah pasti ada sesajen - sesajen , bahkan ada sesajen makan yang buang ke empat jalan . " , " ada tokoh tetua desa yang jadi panutan , kena masalah hitung hari baik , hitung weton , dll . saya sudah usaha jelas ke keluarga saya bahwa hal sebut tidak ada dalam islam , tapi mereka belum bisa terima , bahkan ada yang menyakini jika ritual sebut tidak laku , maka keluarga akan dapat musibah . " , " saya sudah usaha lobi - lobi ke keluarga kalau misal saya meni nanti untuk tinggal ritual - ritual sebut . tetapi ujung - unjung debat yang jadi . ada keluarga yang kata bahwa biar saja itu laku orang tua , saya tidak perlu ikut campur , asal saya tidak menyakininya , yang penting proses nikah lancar . " , " bagaimana sikap hal sebut ustadz , soal di keluarga besar , saya hanya sendiri ? saya ingin proses yang islami ustadz , yang jauh dari syirik . mohon jelas ustadz . " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " tue 27 february 2007 07 : 51  " , "  5 . 623 views  n " , " n " , " n " , " ustadz , di daerah saya masih anut tradisi kejawen yang sangat kental , bahkan di keluarga besar saya . kadang saya ingin pergi untuk hindar hal - hal sebut . contoh kalau ada nikah pasti ada sesajen - sesajen , bahkan ada sesajen makan yang buang ke empat jalan . " , " ada tokoh tetua desa yang jadi panutan , kena masalah hitung hari baik , hitung weton , dll . saya sudah usaha jelas ke keluarga saya bahwa hal sebut tidak ada dalam islam , tapi mereka belum bisa terima , bahkan ada yang menyakini jika ritual sebut tidak laku , maka keluarga akan dapat musibah . " , " saya sudah usaha lobi - lobi ke keluarga kalau misal saya meni nanti untuk tinggal ritual - ritual sebut . tetapi ujung - unjung debat yang jadi . ada keluarga yang kata bahwa biar saja itu laku orang tua , saya tidak perlu ikut campur , asal saya tidak menyakininya , yang penting proses nikah lancar . " , " bagaimana sikap hal sebut ustadz , soal di keluarga besar , saya hanya sendiri ? saya ingin proses yang islami ustadz , yang jauh dari syirik . mohon jelas ustadz . " , " n " , " sungguh mulia niat dan ingin anda dalam rangka murni kembali aqidah islam di tengah keluarga . dan tentu bukan hanya anda saja yang sedang alam , ada ribu saudara kita yang lain yang juga sedang cita - cita untuk bersih aqidah kita dari bagai keliru dan simpang . " , " cita - cita itu bahkan sudah mulai jauh belum kita lahir , paling tidak beberapa abad yang lampau . kita kenal ada syeikh muhammad ibnul wahhab di jazirah arabia yang juga telah kumandang seru untuk bersih aqidah islam . serta ribu ulama lain . " , " di negeri kita sendiri ada gera kaum paderi yang juga punya cita - cita sama . " , " namun tuju dan niat mulia memang tidak selalu mulus jalan . akan selalu ada aral lintang , halang menghadang serta tribulasi yang tiada henti . yang pasti , semua juang itu pasti akan jadi nilai sendiri di sisi allah swt , bagai bukti kita telah upaya tegak panji - panji aqidah . " , " di tengah semangat kita juang , tidak ada salah kalau sekal kita laku evaluasi hasil kerja . evaluasi ini akan jadi sangat penting demi dapat hasil yang lebih baik lagi nanti . " , " salah satu yang perlu kita pikir cara kritis adalah masalah latar belakang muncul simpang aqidah di kalang umat islam . kita perlu sedikit ajar masalah ini cara lebih serius , agar bisa dengan mudah kita analisa serta kita cari solusi yang efektif . " , " bagaimana kita telah paham , bahwa simpang aqidah ini sudah ada jauh belum kita lahir . mungkin malah sudah sejak zaman nenek moyang abad - abad yang lalu . dan orang jawa sendiri punya karakteristik khusus yang sangat khas , yaitu mereka sangat jaga tradisi dari nenek moyang . bahkan tradisi ini sampai jadi jalan hidup dan aqidah sendiri . " , " ketika pengaruh agama islam yang beraqidah murni masuk ke negeri ini , meski banyak yang masuk islam , namun tradisi dan percaya lama sulit hilang begitu saja . di beberapa tempat , resistensi hadap masuk aqidah islam asa lumayan kuat . " , " bahkan sebagain amat sejarah sebut , bahwa para kuasa hindu yang dahulu kuasa di pulau jawa kemudian singkir dengan pengaruh islam , lalu bangun ' benteng tahan ' khusus di pula dewata bal . " , " bagi lagi laku resistensi dengan jalan naik gunung atau masuk hutan untukmengasingkan diri dari hidup ramai , sehingga jadi komunitas sendiri . misal masyarakat tengger dan baduy . " , " dan bagi lagi , meski resistensinya tidak lihat namun tetap ada dan tidak kalah kuat . bentuk adalah sikap dan pandang aqidah yang ada di bagi masyarakat kita . meski cara lahiriyah mereka sudah masuk islam , sehingga secaar zahir anggap sudah tidak ada masalah , namun dari sisi paham aqidah , nyata masih kental dengan tradisi dan percaya nenek moyang di masa lalu . " , " ini fakta yang harus kita baca bagai bekal mental kita dalam hadap realitas masyarakat . bahwa pada bagi elemen masyarakat ini , resistensi hadap aqidah islam dan upaya tahan tradisi dan percaya nenek moyang memang sangat urat dan akar . " , " sehingga dar ceramah dan nasehat verbal akan jadi tidak ada arti . bukan kecil makna dakwah , namun bagai da ' i , kita perlu lihat realitas juga . " , " namun bukan arti kami ingin serah dengan ada . tetap akan ada peluang untuk laku ubah - ubah . misal lewat ganti generasi , lewat kurikulum didik , atau lewat media massa . bahkan kalau perlu lewat pesan - pesan sirat dari agam pesan . " , " selain itu , cara psikologis perlu juga pikir untuk tidak selalu nyanyi lagu yang sama tiap saat . kalau tiap hari orang dengar dari kita hanya tentang masalah bersih aqidah saja , tidak ada solusi dan variasi , lama - lama mereka bosan juga . " , " apalagi di depan mereka ada masalah yang lebih tuntut perhati , misal masalah miskin yang akut , tingkat didik yang sangat rendah , sejahtera yang tidak pernah ada . bagaimana mungkin kita paksa mereka untuk ikut seru kita , sementara perut mereka lapar , badan mereka telanjang tak pakai , otak mereka bebal tidak pernah makan sekolah . maka apa arti ceramah - ceramah kita , sementara mereka ada dalam himpitan yang nyata ? " , " mengapa kita tidak lihat cara para pendeta dan misionaris yang pandai bujuk rayu calon korban dengan materi dan sejahtera ? mengapa harus orang lain yang bisa rangkul kalang miskin umat islam ? mengapa kita terlalu sibuk cari celah serta aib saudara kita yang kita curiga telah laku syirik dan bid ' ah , tar tetangga kita yang lapar tidak kita kasih makan ? saudara kita yang tidak punya kerja tidak pernah kita pikir bagaimana mereka sambung hidup ? " , " pendek , sulit bagi kita kalau tema hari - hari yang kita angkat hanya selalu terpa pada satu titik saja . " , " memang benar bahwa bersih aqidah rupa pondasi dasar dari segala , namun pondasi itu tidak akan tanam kalau kita tidak pernah laku gali belum . dan kerja bangun bangun itu bukan hanya semata tanam pondasi belaka , tetapi juga harus ikut dengan kerja - kerja lain . selain memang harus punya rencana . " , " akhir , untuk singkir aqidah yang sesat ini , kita perlu galang sinergi dengan bagai kalang umat . tentu saja masing - masing elemen umat ini punya beda - beda , namun banding dengan sama - sama , tetap lebih banyak sama . " , " maka mengapa kita tidak galang satu dengan sama umat islam , meski dalam beberapa hal kita memang masih beda dapat ? mengapa kita tidak kecil tentang dengan sama muslim dan kuat kompak di antara kita ? " , " tahu bahwa umat ini akan sangat kuat dan aqidah yang rusak itu bisa dengan mudah kita hilang , manakala kita kerja tidak sendiri , lain sama - sama . "
